Usaha

Menyesatkan Pekerja & Memotivasi Pengusaha

Bisnis Berbasis Software-software Open Source

Artikel ini adalah penulisan ulang dari “Bisnis Berbasis Software-software Open Source” yang saya tulis di OpenSisfo. Semoga bermanfaat.


Peran teknologi informasi (TI) dalam menunjang bisnis rupanya sudah semakin tinggi. Boleh dikata sekarang jarang sekali bisnis yang tidak dikelola dengan TI. Mulai dari bisnis kecil sampai besar. Karena tidak dapat dipungkiri bahwa penggunaan teknologi informasi sangat membantu perusahaan untuk dapat beroperasi dengan lebih efektif dan efisien.

Namun tidak semua perusahaan mampu membeli TI dengan segenap infrastrukturnya. Ada yang berusaha mengadakan, misalnya dengan implementasi secara bertahap atau malah ada yang menggunakan versi ilegal, yaitu dengan menggunakan software-software bajakan. Sebagian yang lain memilih tidak menggunakan TI alias menunda penggunaan TI. Ironisnya sangat banyak perusahaan yang memilih cara ilegal, yaitu dengan menggunakan software-software bajakan.

Mereka berasumsi bahwa pembelian hardware-hardware saja sudah sangat mahal dan tidak rela membeli software yang ternyata lebih mahal namun bentuknya pun tidak nyata. Belum lagi kurangnya pengetahuan tentang lisensi dan legalitas software yang dipakainya. Bukankah software-software tersebut dijual dengan bebas di lapak-lapak? Harganya toh cuma 25,000 s/d 50,000 rupiah per keping CD. Kebanyakan mereka berasumsi bahwa membeli CD tersebut berarti sudah resmi membeli software yang ada di dalamnya.

Syukurlah bahwa sekarang edukasi tentang legalitas dan HAKI (Hak Atas Kekayaan Intelektualitas) sudah mulai marak. Dan sedikit demi sedikit masyarakat & pelaku bisnis mulai perhatian dengan masalah legalitas ini. Apalagi dengan adanya BSA (Business Software Alliance) yang memaksa pihak hukum untuk menegakkan kepastian hukum bagi pengguna software-software ilegal di perusahaan-perusahaan Indonesia.

Namun sekali lagi, masalahnya bukan itu saja, tapi masalah keuangan yang dirasa masih sangat terbebani jika harus membeli software resmi/asli. Apalagi harganya tidak murah dan seringkali berlaku sistem renewal (pembaharuan) kontrak tahunan (annual), alias harus membayar lagi setiap tahun. Belum lagi pemeliharaan sistemnya.

Sebagai ilustrasi, jika kita perlu mengadakan TI di perusahaan, maka kita harus membeli PC sebanyak yang diperlukan. Namun kebanyakan PC tersebut belum dibekali dengan sistem operasi. Jadi kita perlu membeli sistem operasi untuk masing-masing PC tersebut.

Dan kita juga perlu mengkonfigurasi sebuah server untuk basis data dan pengaturan workstation. Server ini pun membutuhkan sistem operasi tersendiri. Dan harganya cukup mahal, apalagi jika sistem operasi server ini memberlakukan lisensi per client yang terkoneksi dengan server tersebut. Bisa jadi akan mahal sekali jatuhnya.

Ironisnya sistem operasi saja belum cukup. Kita perlu membeli software-software pendukung bisnis kita, misalnya aplikasi kantoran (Office Suite), SIM (Sistem Informasi Manajemen), database server, dll. Sebagai informasi, harganya tidak murah. Apalagi jika aplikasi tersebut mensyaratkan harga per lisensi atau per PC dan bahkan pembaharuan kontrak per tahun.

Belum lagi kita perlu membeli software-software utility dan pelindung sistem TI kita, misalnya antivirus, monitoring, maintenance, dll. Kira-kira berapa harga ideal untuk penerapan TI di sebuah perusahaan? Apalagi jika perusahaan tersebut sangat besar dengan lingkup pekerjaan yang luas? Hem… hanya satu kata yg pasti, yaitu MAHAL.

Syukurlah bahwa dewasa ini banyak sekali software alternatif yang bisa dipakai dengan harga yang murah, bahkan bisa saja gratis. Untuk sistem operasi, kita bisa memilih solusi berbasis Linux, misalnya Ubuntu yang dikembangkan oleh Canonical yang telah berkomitmen agar Ubuntu tetap FREE selamanya.

Asyiknya secara default Ubuntu ini telah dibekali software-software produktivitas dan perkantoran yang cukup lengkap. Kalau pun dirasa masih kurang, kita bisa melakukan instalasi software yang kita inginkan dengan cara yang sangat mudah, karena software yang ingin kita instal itu telah tersedia di repository dan siap untuk kita instal kapan saja.

Tentu software-software siap instal tersebut juga software open source atau GNU/GPL yang memungkinkan penggunaannya secara bebas. Namun usah khawatir, walau pun gratis, aplikasi-aplikasi ini ternyata sangat baik dan telah memenuhi sebagian besar kebutuhan kita. Karena software-software OS (open source) ini dikembangkan secara transparan oleh para programer-programer handal di seluruh dunia (termasuk oleh programer2 Indonesia), sehingga selain menjadikannya software yang handal, juga menjadi software yang aman.

Berita baiknya adalah bahwa pemerintah RI telah mendukung penggunaan software open source ini melalui inisiatif IGOS (Indonesia Go Open Source). Dengan edukasi yang berlangsung berkesinambungan dan kampanye yang cukup gencar, masyarakat menjadi tersadar bahwa implementasi TI memiliki alternatif yang relatif terjangkau. Banyak pos biaya implementasi yang bisa dipangkas. Dan jumlah yang bisa dipangkas tersebut ternyata cukup besar sehingga dapat mengurangi beban biaya perusahaan secara signifikan.

Tentu banyak pihak yang bergembira dengan inisiatif IGOS dari pemerintah ini. Tidak lain adalah para penggiat OS grassroot yang sebenarnya telah cukup lama berjuang secara mandiri untuk mengedukasi masyarakat dan bisnis untuk menggunakan solusi OS. Mereka telah mendengungkan bahwa solusi OS adalah solusi yang relatif baik dengan harga terjangkau dan memiliki kehandalan & keamanan yang baik, malah seringkali lebih baik dari pada solusi proprietary.

Positifnya kini semakin banyak perusahaan yang mulai menggunakan solusi OS. Walau pun pergerakan penggunaan OS oleh bisnis ini masih cenderung tersendat, tapi arahnya sudah positif dan kita perlu mendukung upaya ini sekaligus membantu agar implementasi software OS ini dapat berhasil.

Demikian pula dengan Open Sisfo yang tetap konsisten untuk menyuarakan penggunaan software-software open source di segala bidang, baik untuk bisnis mau pun penggunaan personal. Bukankah lebih baik jika bisnis kita bersih, sehingga semoga segala usaha kita diberkati oleh Tuhan. Amin.

Salam.

7 responses to “Bisnis Berbasis Software-software Open Source

  1. Iklan Oktober 7, 2009 pukul 2:24 am

    thanks atas informasinya

  2. SAUT BOANGMANALU Januari 29, 2010 pukul 5:56 pm

    TERIMAKASIH ATAS INFORMASI DAN TULISANNYA, CUKUP BERMANFAAT BUAT BACAAN/REFRENSI UNTUK REGENERASI. KUNJUNGI JUGA SEMUA TENTANG PAKPAK DAN UPDATE BERITA-BERITA DARI KABUPATEN PAKPAK BHARAT DI GETA_PAKPAK.COM http://boeangsaoet.wordpress.com

  3. backpacker jogja Mei 5, 2010 pukul 9:24 am

    pekerja it di indonesia digaji lebih rendah dari gaji dinegara lain, perlindungan haki jg tidak terjamin, padahal byk programer handal diindonesia nggak mau ngembangin software drpd bikin susah-susah dibajak jg.

  4. sayah Juni 3, 2010 pukul 4:17 pm

    pokoknya sayah suka yang murah dan cinta yang gratis…
    siapapun pembuatnya, asalkan berguna…

  5. nsputra Maret 28, 2011 pukul 6:08 am

    Amin. Sebuah kalimat yang saya suka: “Bukankah lebih baik jika bisnis kita bersih, sehingga semoga segala usaha kita diberkati oleh Tuhan…”, dan berusaha untuk menerapkannya. Terima kasih sudah berbagi.
    Salam kenal. Nugroho (http://ilmuserangga.wordpress.com)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: